Objek Eksploitasi Cewek

Inilah salah satu artikel yang baru-baru ini Prof temukan di salah satu web yang isinya jelas membuktikan kebenaran peringatan-peringatan yang Prof berikan bagi cowok-cowok. Supaya kamu nggak pusing mencari, Prof sengaja kutip langsung tanpa seijin sumbernya. Silakan baca keseluruhannya dulu, sebelum melihat tanggapan Prof di bawahnya.

Kamu pikir Prof ngaco dan paranoid mengenai kantong kamu sebagai objek eksploitasi cewek? Mungkin kamu akan berubah pikiran setelah selesai membaca semua ini. Ditulis oleh cewek untuk situs khusus bagi cewek, artikel kutipan di bawah ini sungguh-sungguh menunjukkan cara pikir cewek pada umumnya.

Trik Pria Membuat Anda Jatuh Cinta

Pria punya banyak cara untuk meluruhkan hati wanita. Semakin ia tertarik maka semakin bervariasi dan gencar caranya. Mulai dari yang ‘norak’ sampai yang benar-benar menggetarkan hati Anda. Sulitnya, terkadang semua itu tidak konsisten, ketika sudah merasa memiliki dan berpacaran, tindakannya tidak lagi segencar ketika dalam pengejaran.

Makanya kita, para wanita jangan sedemikian mudah terlena oleh cara pria yang memang tidak dipungkiri membuat kita serasa bak putri keraton. Dimanja, disayang dan dilayani dengan sepenuh hati. Tetaplah waspada, namun tidak ada salahnya tetap nikmati pelayanan dan curahan kasih sayang mereka, so nothing to loose kan? Caranya mudah, hanya dengan mengenali cara-cara pria membuat Anda jatuh cinta maka Anda tidak akan begitu terlena. Ingat, tetap waspada untuk memberi pelajaran pria playboy. Contohnya Ridho yang mendekati Dina dan melakukan pendekatan klasik yang biasa dilakukan pria. Mereka bertemu karena diperkenalkan teman. Perkenalan itu berlanjut hingga ke jenjang kencan romantis. Ridho memutuskan mengajak Dina ke restoran favoritnya pada kencan pertama. Makanannya sangat enak, begitu juga pelayanannya sangat mengesankan. Untuk membuat suasana menyenangkan, Ridho sangat banyak bertanya tentang seputar diri dan kegiatan Dina. Dengan penuh perhatian Ridho menyimak perkataan Dina dan selalu saja melucu sehingga Dina tidak pernah berhenti tersenyum.

Dan ketika pelayan datang untuk menyerahkan bon tagihan makan, Ridho segera mengambil alih dan mengeluarkan kartu kreditnya untuk menyelesaikan pembayarannya. Ketika mereka keluar dari restoran, Ridho dengan sangat manis mengiringi Dina. Dan ketika akan masuk ke mobil, Ridho membukakan pintu untuk Dina.

Perlakuan Ridho pada Dina hanya salah satu dari sekian cara pria menggaet wanita. Biasanya setelah kencan pertama, pria membiarkan 2-3 hari tanpa kabar. Kemudian pada hari ketiga, dia mulai memainkan debutnya dengan menanyakan kabar, say hi dan melanjutkan pertanyaan seputar pembicaraan kencan pertama. Bisa jadi dia langsung menawarkan untuk kencan kedua dengan tawaran yang menarik karena memang orientasinya adalah kesukaan Anda berdasarkan info yang didapatkan pada malam itu. Pintar bukan?

Setelah ini, biasanya Anda mulai terlena dan terbayang-bayang oleh si dia. Namun pria sangat ulet, dia terus memberikan pelayanan dan curahan yang membuat Anda semakin terbang ke awan. Telepon-telepon cinta tiap malam tak kunjung henti. Ternyata cara pria yang selalu menelepon untuk menanyakan kabar dan sejauh mana kesuksesan kerjaan atau kendala-kendala yang dihadapi si wanita, sangat ampuh membuat Anda terlena dibandingkan segudang rencana pergi pada setiap kali menelepon.

Jadi jika suatu hari nanti atau mungkin saat ini, ada seorang pria yang sedang memperlakukan Anda seperti Dina jangan cepat-cepat mengambil keputusan. Anda tenang saja dan biarkan dia terus mengejar Anda paling tidak selama 3-4 bulan. Jika sikap dan prilakunya tetap seperti itu, Anda baru boleh mempertimbangkan untuk menerimanya. Kalau semakin lama ternyata ia semakin sayang, itu tandanya Anda harus mempertahankannya. Oke, selamat menganalisa perilaku pria-pria yang mengejar Anda! (*/dr/rh)

OK, udah selesai baca kutipan artikel di atas? Kalau masih belum mengerti, silakan baca sekali lagi. Nggak perlu buru-buru, karena IndoDating nggak akan pergi ke mana-mana selama Profnya nggak pergi ke mana-mana. Kalau kamu udah paham tentang isi kutipan di atas, silakan baca komentar Prof berikut ini.

Apakah kamu berpendapat bahwa cowok layak mengikuti sistem semacam yang digambarkan di atas? Kalau kamu menjawab iya, Prof bilang kamu sinting gila miring! Hanya karena sistem eksploitasi ini telah berlangsung selama berabad-abad, bukan berarti cowok harus pasrah dan menerima nasibnya begitu saja. Upacara adat dan tradisi yang cenderung merusak perekonomian suatu komunitas pun akhirnya harus dikurangi, disesuaikan dengan jaman modern, atau dibasmi sama sekali. Demikian pula halnya dengan sistem eksploitasi yang telah dilancarkan oleh cewek terhadap cowok ini. Menurut Prof, sistem eksploitasi seperti ini harus diberantas sampai ke akar-akarnya.

Kalau kamu perhatikan baik-baik, kecuali paragraf pertama, setiap paragraf di kutipan di atas menggambarkan sistem yang merugikan cowok. Prof tahu jelas, karena eksploitasi adalah salah satu bidang spesialisasi Prof. Untuk detailnya, mari Prof telusuri dan obrak-abrik satu-persatu pokok-pokok pikiran dari penuliscewek yang full of crap ini dengan logika. Tentu saja, dalam hal ini ketrampilan Prof dalam menerjemahkan bahasa cewek ke dalam bahasa Indonesia akan sangat berguna sekali.

Konsistensi Cowok

Paragraf pertama berisi tentang tuntutan cewek yang meminta cowok untuk tetap “mendaki gunung tinggi, berenang menyeberangi lautan, dan berlari menembus hutan rimba” untuk mencapai hati si cewek. Prof bilang, “Wow! That sounds groovy, baby! Mana tahan!” Sayangnya, semuanya itu sama sekali nggak realistik dalam kehidupan kita sehari-hari dan hanya ada di alam mimpi.

Silakan tengok pasangan-pasangan di sekitar kamu. Pasangan yang paling berbahagia pun nggak memiliki intensitas yang sama 6 bulan setelah mereka jadian, karena memang begitulah jalannya kehidupan kita di dunia nyata. Gencarnya usaha cowok pada saat permulaan hanyalah bertujuan untuk merebut hati cewek, supaya suatu hari (usul Prof, secepatnya) dia akhirnya mau melepas bra dan celana dalamnya. Tentu saja, dalam kasus cowok pussy seperti Ridho di atas, tujuannya adalah supaya paling sedikit Dina mau diajak keluar berkencan.

Cowok yang gencar dalam usahanya merebut hati seorang cewek sebenarnya secara nggak langsung mau memberikan pesan kepada cewek yang disukainya bahwa (1) dia suka sama cewek itu, dan (2) dia adalah cowok yang paling sedikit “memenuhi standard umum” (kalau nggak melebihinya). Yang mau cowok tunjukkan kepada cewek adalah kalimat semacam “Hey, honey! I’m the man. In fact, I’m the man you’re looking for.” Kalau kamu nggak ngerti bahasa Inggris, terjemahannya adalah “Hei, say! Gua nih cowok yang elu cari-cari.”

Brengseknya, semua ini disalahgunakan dan disalahtafsirkan oleh cewek. Gencarnya usaha cowok dalam memenangkan hatinya dianggap sebagai tambang emas yang berhak diwarisinya. Akibatnya, usaha eksplorasi cowok akan ketertarikan seorang cewek berubah menjadi ajang eksploitasi cewek terhadap “sumber daya” (kantong) cowok. Ingat antar jemput gratis, makan-makan gratis, nonton gratis, minuman gratis, hadiah-hadiah kecil (dan besar), pulsa telepon yang berjam-jam, dan lain-lainnya yang juga gratis? Hei, cowok-cowok! Dengan adanya cara-cara yang Prof ajarkan melalui IndoDating, mengapa kamu mau dieksploitasi seperti itu?

Semua orang pun tahu bahwa gencarnya hubungan antara cowok dan cewek lama-kelamaan akan berkurang, dan kalau kamu menyangkal kebenaran hal ini, Prof harap kamu punya alasan yang dapat didukung dengan logika. Apalagi kalau kita membandingkan semua itu dengan tahap awal dari hubungan antara cowok dan cewek. Udah jelas tingkat kegencarannya berbeda sekali, karena fungsi dari tingkah laku kedua belah pihak pada saat permulaan itu pun berbeda. Mengapa penulis artikel full of crap di atas menasihati cewek agar menuntut cowok untuk melawan hukum alam? Hanya dia yang bisa menjawab.

Coba pikirkan perumpamaan di bawah ini (Prof pun bisa mengajar dengan perumpamaan). Segerombolan pasukan yang telah memenangkan suatu kota dari tangan musuh pun akan mengurangi gencarnya serangan mereka. Mengapa begitu? Karena setelah memenangkan kekuasaan atas kota itu, fungsi aktivitas mereka berubah. Kalau sebelumnya mereka bertujuan untuk merebut kota yang akan diduduki, sekarang mereka harus menggunakan kedudukan yang dimenangkan itu untuk rencana atau gerakan berikutnya.

Nah, ini yang menarik dari perumpamaan di atas. Apakah pengorbanan dari pasukan tersebut lebih besar dalam usaha mereka memenangkan kota yang ingin mereka duduki itu? Tentu saja. Yang mampus sulit dihitung. Apakah setelah memenangkan kota tersebut besarnya pengorbanan mereka menurun? Tentu saja. Mereka nggak perlu tetap gencar membunuh setiap penduduk yang sial dan kebetulan ada di dalam kota itu. Dalam dunia kencan pun sama halnya. Karena tujuan dari cowok untuk menjajah seorang cewek telah tercapai, berikutnya adalah giliran si cowok untuk menikmati dan mengelola jajahannya.

Mau satu contoh lagi? Coba bayangkan kalau kamu ingin membangun sebuah usaha. Pada tahap apa kamu harus gencar mengeluarkan daya upaya yang paling banyak? Tentu saja pada saat kamu mau mulai membuka usaha itu. Kamu akan butuh perencanaan yang matang, sumber modal yang kuat, pengambilan keputusan yang tepat, dan sejenisnya. Setelah itu barulah kamu bisa santai sedikit kalau usaha kamu berjalan dengan lancar.

Selain itu, perlu juga kamu sadari bahwa tuntutan konsistensi ini berat sebelah. Artinya kalau si cewek nggak suka sama kamu, semua kerugian kamu yang tanggung. Kamu nggak percaya? Coba tanyakan kepada diri kamu sendiri. Apakah usaha kamu yang gencar dan konsisten itu menjamin—sekali lagi, MENJAMIN—kesuksesan kamu dalam memiliki cewek yang kamu suka itu? Sama sekali nggak! Di sinilah letak ketidakadilan tuntutan konsistensi ini. Udah jelas bahwa usaha kamu (cowok) yang konsisten dan gencar menunjukkan niat baik (dalam bahasa Inggris, goodwill) dan kesungguhan kamu, tapi nggak adanya jaminan kesuksesan menunjukkan bahwa dalam hal ini cewek akan memperlakukan kamu dengan gaya “semau gue.” Mengapa sebagai cowok kamu harus gencar dan konsisten, sedangkan cewek boleh menerima atau mencampakkan kamu seenak jidatnya? Kalau mau bicara soal persamaan derajat antara cowok dan cewek, jelas sekali di sini terlihat bahwa cewek hanya mau disamakan dalam hal-hal yang menguntungkan bagi cewek.

Waspada Tapi Nikmati

Baru saja di halaman sebelum ini Prof mengakhiri komentar Prof dengan memperingati cowok bahwa usaha yang gencar dan konsisten bukanlah jaminan kesuksesan. Kalau kamu cepat lupa, coba click balik lagi ke halaman sebelumnya dan baca paragraf yang terakhir.

Lucunya isi paragraf kedua dari kutipan yang sedang kita bicarakan ini justru membuktikan kebenaran dari peringatan Prof tersebut. Baca baik-baik potongan dari paragraf kedua di bawah ini.

Tetaplah waspada, namun tidak ada salahnya tetap nikmati pelayanan dan curahan kasih sayang mereka….

Mari Prof terjemahkan bahasa cewek itu ke dalam bahasa Indonesia. Terjemahannya adalah sebagai berikut.

Tetaplah lirik ke kiri dan kanan, kalau-kalau ada pelayanan dan curahan kasih sayang yang lebih tokcer. Sementara belum ada, jangan sia-siakan segala yang gratis yang disediakan oleh cowok goblok yang satu ini.

Semuanya ini lalu dibumbui lagi dengan “…so nothing to lose kan?” Kalau kamu nggak mengerti bahasa Inggris, makna potongan kalimat yang terakhir ini adalah sebagai berikut. Kalau si cewek akhirnya memutuskan untuk menolak si cowok, yang rugi adalah si cowok. Si cewek nggak rugi apa-apa. Malah dia telah mengambil untung dengan mendapatkan hal-hal yang gratis yang disediakan si cowok.

Kalau kamu cowok, pasti kamu akan lebih kesal lagi kalau Prof terjemahkan juga kalimat berikutnya. Yang tertulis di artikel aslinya adalah sebagai berikut.

Caranya mudah, hanya dengan mengenali cara-cara pria membuat Anda jatuh cinta maka Anda tidak akan begitu terlena.

Bagi cowok yang kurang berpengalaman dan berpikiran kritis, kalimat tersebut kedengarannya biasa-biasa saja. Tapi hal yang sesungguhnya ada di pikiran cewek sedikit berbeda, dan perbedaan yang sedikit ini justru sangat penting untuk Prof terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia supaya para pembaca cowok tahu apa yang sebenarnya dimaksud oleh cewek dalam hal ini. Terjemahannya adalah sebagai berikut.

Caranya mudah. Hanya dengan mengenali ciri-ciri pria yang jatuh cinta sama kamu, kamu akan dapat memanfaatkan setiap pria yang terlena demi keuntungan kamu.

Kalau kamu cowok, coba tanyakan diri kamu sendiri. Misalnya seorang cewek memang suka sama kamu, mengapa dia harus menghindari dirinya untuk nggak terlena oleh kamu? Mengapa harus direm-rem seperti ini? Jawabannya jelas sekali: supaya dia masih mampu melempar kamu ke dalam tong sampah seperti sehelai tissue bekas seandainya dia bosan sama kamu, ada pilihan lain yang lebih bagus, kamu nggak memenuhi standard, dan seribu macam alasan lainnya!

Sebaliknya, kalau kamu tertarik sekali sama seorang cewek, apakah kamu akan sengaja menolak untuk membiarkan diri kamu terlena oleh dia? Tentu saja nggak! Apalagi kalau dia mau melepas bra dan celana dalamnya untuk mengosongkan isi kantong sperma kamu. Kamu bukan hanya terlena, tapi juga tersihir dan terkaing-kaing.

Menurut Prof, hanya ada dua hal yang akan membuat cowok menolak untuk membiarkan dirinya terlena oleh cewek. Pertama, kalau si cewek itu jelek, gembrot, terlalu tua, atau kombinasi dari hal-hal semacam itu. Kedua, kalau kamu (si cowok) adalah seorang gay, dan dengan demikian, hanya menyukai sesama cowok.

Akhirnya, sebagai komentar terakhir di bagian ini, perlu juga Prof tambahkan bahwa kalau Ridho adalah cowok yang normal, dia nggak akan menyimak perkataan Dina dengan penuh perhatian seperti yang digambarkan oleh penulisfull of crap dari artikel yang Prof kutip. Kalau Ridho seperti cowok-cowok lain pada umumnya, perkataan Dina hanya akan diproses di dalam otak Ridho sebagai “bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla….” Yang sebenarnya dia perhatikan adalah kecantikan (atau kejelekan) fisik Dina, terutama penampilan Dina tanpa bra dan celana dalam.

Maka dari itu, kalau kamu melihat seorang cowok menatap ceweknya dengan penuh perhatian, yang sebenarnya ada di benak si cowok mungkin berbunyi seperti, “32B atau 34C yah? Hmm…mungkin 32A.”

Bayar” Tanpa “Hasil

Kalau kamu adalah pembaca setia Blog ini, pasti kamu akan langsung mengenali bahwa Ridho adalah seorang cowok pussy. Mulai dari “mengambil alih dan mengeluarkan kartu kreditnya untuk menyelesaikan pembayarannya,” mengiringi Dina dengan “sangat manis,” sampai ke “membukakan pintu untuk Dina” ketika akan masuk mobil; semuanya menunjukkan ciri-ciri klasik seorang cowok pussy.

Dengan “mengambil alih,” “mengeluarkan kartu kreditnya,” dan “menyelesaikan pembayarannya,” apakah Ridho akan pernah melihat Dina telanjang bulat? Menurut Prof, kecil sekali kemungkinannya bagi cowok pussy. Walaupun itu bisa saja terjadi, mungkin pada saat itu jumlah total tagihan rekening kartu kredit Ridho yang dihabiskan untuk Dina telah melampaui biaya sewa “ketrampilan profesional” untuk mengosongkan isi kantong sperma Ridho tiga kali. Belum lagi ditambah dengan ketidakpastian yang didapatkan dari Dina. Kalaupun akhirnya Dina mau melepas bra dan celana dalamnya, apakah dia tahu apa yang harus dia lakukan untuk menyaingi “ketrampilan profesional”? Belum tentu!

Yang Prof usulkan di sini bukanlah supaya cowok membeli pelayanan sex dari pelacur, tapi supaya cowok nggak bersedia mentraktir seorang cewek melulu dari kencan ke kencan berikutnya tanpa diberikan kepuasan seksual oleh cewek itu. Menurut saia tiga kali berkencan tanpa sex adalah cukup alasan untuk mengaudisi cewek berikutnya. Kalau kamu menanggung beban finansial dari kencan kamu dengan seorang cewek, di milenium baru ini kamu BERHAK mendapatkan fasilitas dan akses penuh ke bra dan celana dalam cewek kamu. Kalau kamu mau saja menerima hubungan tanpa sex di mana kamu membayar semua rekening yang muncul di depan mata kamu, artinya kamu adalah seorang OBJEK EKSPLOITASI dari cewek kamu.

Kalau kita mau bicara soal keadilan, yang adil adalah situasi di mana cewek kamu juga menjadi objek eksploitasi dari penis kamu. Nggak ada salahnya sepasang cowok dan cewek menjadi objek eksploitasi dari satu sama lain. Kalau kamu juga bicara soal sayang-menyayangi, seperti inilah sayang-menyayangi yang wajar dan timbal balik. Kalau kamu berketurunan Cina, kamu pun tahu tentang istilahceng li. Asalkan kamu dan cewek kamu mengeksploitasikan satu sama lain, itu baru namanya ceng li dan saling menyayangi.

AntiSiSapi Seorang Cewek

Mari Prof pasang lagi kutipannya, supaya kamu nggak perlu membalik-balik halaman.

Perlakuan Ridho pada Dina hanya salah satu dari sekian cara pria menggaet wanita. Biasanya setelah kencan pertama, pria membiarkan 2-3 hari tanpa kabar. Kemudian pada hari ketiga, dia mulai memainkan debutnya dengan menanyakan kabar, say hi dan melanjutkan pertanyaan seputar pembicaraan kencan pertama. Bisa jadi dia langsung menawarkan untuk kencan kedua dengan tawaran yang menarik karena memang orientasinya adalah kesukaan Anda berdasarkan info yang didapatkan pada malam itu. Pintar bukan?

Setelah ini, biasanya Anda mulai terlena dan terbayang-bayang oleh si dia. Namun pria sangat ulet, dia terus memberikan pelayanan dan curahan yang membuat Anda semakin terbang ke awan. Telepon-telepon cinta tiap malam tak kunjung henti. Ternyata cara pria yang selalu menelepon untuk menanyakan kabar dan sejauh mana kesuksesan kerjaan atau kendala-kendala yang dihadapi si wanita, sangat ampuh membuat Anda terlena dibandingkan segudang rencana pergi pada setiap kali menelepon.

Perhatikan kedua paragraf di atas. Apakah ada tanda-tanda bahwa Dina memikirkan saat yang tepat untuk melepas bra dan celana dalamnya untuk memikat Ridho lebih jauh lagi? Seperti kebanyakan cewek, sama sekali nggak ada! Malah yang diantisipasikan (dinanti-nantikan) adalah ajakan untuk kencan yang kedua.

Mari Prof terjemahkan lagi arti “kencan kedua” ini dari bahasa cewek ke dalam bahasa Indonesia. Yang dimaksud sang penulis dengan kencan kedua adalah “dinner gratis dan hiburan gratis kedua.” Semua orang idiot pun bisa melihat bahwa ini adalah eksploitasi cewek full of crap terhadap cowok goblok.

Semua cowok tulen mau sex, dan itu bukan hal baru lagi. Yang menjadi masalah adalah definisi cewek mengenai cowok yang baik. Salah satu definisi (gambaran) cewek mengenai cowok yang baik adalah cowok yang nggak menuntut sex dari mereka. Maka dari itu, kalau kamu minta sex, artinya kamu bukan cowok baik-baik. Ngaco besar!

Kecuali kamu gila sex (seperti misalnya harus berhubungan sex sepuluh kali sehari setiap hari), kegemaran kamu akan sex bukanlah barometer yang dapat menunjukkan apakah kamu cowok baik-baik. Sayangnya, kebanyakan cewek hidup di alam mimpi, dan akibatnya mereka nggak mampu menyadari dan memahami bahwa cowok yang normal sungguh-sungguh hidup untuk mengosongkan isi kantong spermanya di dalam memek mereka. Kamu kaget? Hei, ini bukan hal baru! Ini hal yang sangat normal!

Jadi apa tujuan cewek menunda-nunda dan mengulur-ngulur saatnya mereka melepas bra dan celana dalamnya untuk cowoknya sendiri? Menurut hasil penelitian Prof, tujuannya adalah untuk menunggu “pembeli” yang lebih tebal kantongnya, dan ini adalah tujuan utama cewek. Tujuan sampingan lainnya adalah untuk menunggu cowok lain yang tampangnya lebih cakep daripada kamu.

Kalau kamu tanya kapan saatnya cewek full of crap bersedia membiarkan memeknya dimasuki oleh penis kamu, Prof pun punya hasil penelitiannya. Jawabannya adalah ketika mereka menyadari bahwa kamu—iya, KAMU—adalah yang paling tokcer yang bisa mereka raih dengan tingkat kecantikan mereka (dalam bahasa Inggrisnya, the best they can do).

Penundaan Selama 3-4 Bulan

Akhirnya kita sampai pada paragraf full of crap yang terakhir. Mari Prof tempel lagi kutipannya di halaman ini.

Jadi jika suatu hari nanti atau mungkin saat ini, ada seorang pria yang sedang memperlakukan Anda seperti Dina jangan cepat-cepat mengambil keputusan. Anda tenang saja dan biarkan dia terus mengejar Anda paling tidak selama 3-4 bulan. Jika sikap dan prilakunya tetap seperti itu, Anda baru boleh mempertimbangkan untuk menerimanya. Kalau semakin lama ternyata ia semakin sayang, itu tandanya Anda harus mempertahankannya. Oke, selamat menganalisa perilaku pria-pria yang mengejar Anda!

Mengapa sang penulis mengusulkan agar cewek menunggu selama 3-4 kali mereka menstruasi sebelum menerima cowok sebagai pacarnya? Prof pun nggak tahu jawabannya. Dalam bahasa Inggris orang sering bilang, “Maybe it’s a woman thing.”

Woman thing atau bukan, yang jelas 3-4 kali menstruasi bukanlah waktu yang sebentar bagi cowok. Apa yang sebenarnya diinginkan oleh cewek dalam hal ini? Prof perlu menggunakan ketrampilan Prof dalam menerjemahkan bahasa cewek ke dalam bahasa Indonesia lagi untuk menjelaskannya bagi kamu.

Yang dimaksud cewek dengan penundaan semacam ini adalah supaya mereka bisa menguji kamu dalam hal-hal yang nggak akan kamu bisa mengerti, kecuali kamu juga cewek. Selain itu, Prof punya berita yang lebih buruk lagi bagi cowok. Ujian yang diberikan oleh cewek terhadap cowok ini nggak memiliki jawaban kelulusan yang pasti. Walaupun kamu merasa bahwa kamu telah melakukan semua hal yang benar untuk melulusi ujian itu, jawaban terakhirnya tergantung dari cewek yang kamu uber. Kalau dia suka, dia mau jalan sama kamu. Kalau dia nggak suka, kamu akan dilempar seperti sehelai tissue bekas tanpa ganti rugi.

Misalnya kamu (cowok) lulus ujian, apakah ada jaminan bahwa cewek akan bersedia melepaskan pakaiannya untuk kamu? Sama sekali nggak. Menurut hasil penyelidikan Prof, pengorbanan yang harus kamu tanggung nggak sepadan dengan hasil yang akan kamu raih, dan nggak ada jaminan sama sekali bahwa kamu akan mendapatkan hasil itu (apapun bentuknya). Karena itu, jangan sekali-sekali kamu mau menjadi objek eksploitasi seorang cewek dalam bentuk ujian-ujian atau lainnya.

Kalau kamu pembaca tetap di kategori Dating ini, tentunya kamu pun mengenali tipe cewek yang digambarkan dalam kutipan paragraf terakhir ini sebagai jin di dalam botol. Yang diusulkan sang penulis full of crap di sini jelas sekali mewakili ketidakadilan yang merajalela dari jaman ke jaman terhadap cowok.

Sebelum Prof tutup artikel ini, mari Prof pamerkan sekali lagi ketrampilan Prof dalam menerjemahkan bahasa cewek ke dalam bahasa Indonesia. Ada tiga kalimat yang ingin Prof terjemahkan bagi kamu yang cowok untuk menunjukkan cara pikir cewek yang sebenarnya. Prof sarankan sebaiknya kamu renungkan baik-baik semuanya ini demi kecerahan masa depan kamu.

Kalimat pertama: “Anda tenang saja dan biarkan dia terus mengejar Anda paling tidak selama 3-4 bulan.” Terjemahannya: Anda lirik-lirik dulu dan biarkan dia terus mentraktir Anda paling tidak selama 3-4 bulan.

Kalimat kedua: “Jika sikap dan prilakunya tetap seperti itu, Anda baru boleh mempertimbangkan untuk menerimanya.” Terjemahannya: Walaupun sikap dan prilakunya tetap seperti itu, Anda bebas menolaknya tanpa ganti rugi seenak jidat Anda.

Kalimat ketiga: “Kalau semakin lama ternyata ia semakin sayang, itu tandanya Anda harus mempertahankannya.” Terjemahannya: Kalau semakin lama ternyata nggak ada lagi cowok yang dapat DIEKSPLOITASI seperti dia, itu tandanya Anda harus mempertahankannya.

About n4kb4guz

Simple

Posted on Mei 25, 2011, in Artikel Nakal and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: